Cari Blog Ini

Memuat...

Kamis, 18 April 2013

Sistem Administrasi Negara



Pengaruh Lingkungan Terhadap Keberlangsungan Organisasi Pemerintahan
Manusia selalu hidup berdampingan dengan manusia yang lainnya karena manusia sebagai mahluk sosial dan tak dapat hidup sendiri. Karena manusia sebagai mahluk sosial makan manusia cenderung saling membutuhkan untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari, manusia akan hidup berkelompok-kelompok dengan kelompok manusia yang lainnya untuk tercapainya sebuah keinginan-keinginan individu yang telah melebur menjadi satu. Dengan adanya keinginan yang sama itulah terbentuklah yang namanya organisasi. organisasi merupakan sebuah wadah sekelompok orang yang terorganisir dan terkontrol untuk mencapai tujuan bersama dengan menggunakan metode-metode tertentu.
Organisasi ialah kesatuan sosial yang terorganisasikan oleh seperangkat aturan dan bekerja atas dasar aturan-aturan tersebut dalam pencapaian tujuan. Di dalam organisasi tidak selamanya statnan atau tetap tidak ada perubahan, organisasi harus memperhatikan lingkungan atau konstituennya agar tetap bisa bertahan hidup. Lingukungan mempunyai pengaruh besar terhadap kelangsungan hidup organisasi itu sendiri karena lingkungan yang mengakui organisasi tersebut. Lingukungan organissasi dibedakan menjadi dua yaitu, lingkungan internal dan lingkungan eksternal. Lingkungan internal merupakann seperangkat individu yang ada didalam organisasi tersebut yang turut berperan terhadap keberlangsungan hidup organisasi lingkungan internal mempunyai implikasi langsung terhadap organisasi karena yang melakukan reaksi bersumber dari individu di dalam organisasi. lingkungan internal berkaitan dengan sumberdaya manusia, komperensi sebuah organisasi. lingkungan eksternal ialah lingkungan yang ada diluar organisasi yang berperan sebagai bentuk penekanan terhadap organisasi dan elemen-elemenlainya yang ikut serta dalam kehidupan organisasi. faktor eksternal biasanya berupa keadaan alam, sosial dimasyarakat, ekonomi, politik dan budaya.
Hubungan organisasi dan lingkungan terdapat teori mengenai hubungan organisasi-lingkungan seperti yang di ungkapkan Hatct(1997:76) membagi dua periode yaitu: tahun 1960-an sampai 1970-an teori bersifat kontingensi, dalam artian lingkungan mempengaruhi organisasi dan periode 1980-an sampai sekarang teori-teori yang dikembangkan lebih ditekankan pada penjelasan secara lebih detail tentang bagaimana lingkungan mempengaruhi organisasi.[1] Teori kontingensi mengatakan tentang organisasi mekanistik dan organsisasi organik. Organisasi meknistik berjalan efektif jika lingkungan yang dihadapi organisasi cenderung bersifat stabil dan tugas-tugas yang diemban dapat teratasi dengan kegiatan rutin, sehinggga segala kegiatan yang dilakukan individu organisasi harus bedasar pada jabatan dan posisi yang jelas secara otoritas dan wewenang. Individu yang berada dalam posisi tertentu dalam organisasi mekanistik tidak di perkenankan untuk melakukan kesalahan yang melampaui batas yang ditentukan organisasi dengan tujuan organisasi berjalan efisien. Sedangkan pada organisasi organik lebih menekan pada lingkungan yang sering berubah-ubah  dan permasalahan yang dihadapi tidak adapat teratasi dengan kegiatan rutin, organisasi ini lebih pada membangun komitmen dan motivasi anggota dalam mengembangkan organisasi. teori kontingensi ini mencoba untuk menggambarkan hubungan lingkungan dengan organisasi.
Teori Ketergantugan Sumber daya diungkapkan oleh Jeffrey  Pfeffer dan Gerald Salancik (1978) mengatakan bahwa hubungan organisasi dan lingkungan bersifat dependen, dalam artian organisasi bergantung pada lingkungan untuk mendapatkan sumber daya.[2] Ketergantungan organisasi terhadap lingkungan terlihat dari organisasi dalam membutuhkan sumberdaya.  Baik sumberdaya manusia maupun sumberdaya alam. Lingkungan berpengaruh dalam melakukan rekrumen tenaga kerja atau karyawan yang merupan sebagai pengaruh positif, karena lingkungan dapat menyediakan sumberdaya untuk organisasi tersebut. Sedangkan lingkungan dapat berpengaruh negatif apabila lingkungan menghalangi mendapatkan sumberdaya. Lingkungan sebagai penyedia kebutuhan orgasasi pemerintahan dalam aspek penyediaan aparatur pemerintahan seperti legislatir, eksekutif yang disediakan oleh partai politik. Ketertsediaan modal dalam melakukan pembangunan seperti investasi yang dilakukan oleh pihak asing, dan pengetahuan yang didukung peran serta dari swasta dengan pemberian beasiswa pada pelajar. Contoh lain dari pengaruh lingkungan dari aspek sumberdaya alam ialah ketersediaan pangan yang disediakan oleh pata petani dimana pemerintah tidak dapat menyediakan itu sendiri.
Teori institusional menafsirkan pengaruh lingkungan dengan dua katagori yang mempunyai penafsiran yang berbeda dari keduanya. Yaitu pengaruh lingkungan yang menitik beratkan pada aspek teknis dan ekonomis dan pengaruh lingkungan yang menitik beratkan pada aspek sosio-kultural (kusdi 2009:78)[3]. Pada pandangan pertama yaitu pengaruh lingkungan yang menitik beratkan pada aspek teknis dan ekonomis, organisasi berupaya untuk mengefisiensi dan mengefektivitaskan segala kebutuhan dan aktivitasnya.
Organisasi pemerintahan untuk dapat bertahan hidup tidak hanya memperhatikan aspek teknis dan ekonomis itu saja namun perlu juga untuk melihat pengaruh lingkungan yang menitik beratkan pada aspek sosio-kultural. Perlunya memperhatikan aspek sosio-kultural karena pengaruh lingkungan yang cenderung aktif dalam melakukan tekanan terhadap organsasi pemerintahan ialah sosial budaya yang ada dimasyarakat dengan kata lian organisasi dipaksa untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan.  Sosio-kultural dapat dikatan sebagai lingkungan yang cenderung aktif memberikan tekanan karena Indonesia sendiri merupakan negara terbuka dan demokratis dengan keberagaman kebudayaan yang dimiki sehingga mempunyai tutuntutan yang bebeda-beda.  Takanan-tekanan yang demikian itu tidak dapat dihindari oleh sebuah organisasi. munculnya berbagai tuntutan terhadap organisasi mengakibatkan sebuah tindakan KKN terlebih hal tersebut mudah terjadi di negara-negara berkembang. Organisasi-organgisasi yang kerap sekali mengalami tekanan tau tuntutan biasanya akan mengsiasati dengan tindakan KKN, terjadinya suap dan menyuap yang terjadi dalam organisasi pemerintahan seperti contohnya pengrekrutan pegawai negeri sipil, kasus penyuapan diperadialan dan lain-lain.
Peran Administrator dalam Analisi Lingkungan
Peranan administrasi dalam analissi lingkungan terlihat pada saat sorang administrator menjalanan tugasnya.  pada eraglobalisasi ini tugas administrastor tidaklah sederhana lagi namun menjadi komlek dengan adanya perkembangan teknologi yang semakin canggih dan pergeseran kebudayaan yang semakin mengalir deras. Seperti yang telah dijerlaskan sebelumnya mengenai lingkungan yang mempunyai peran penting dalam memberikan pengaruh terhadap organisasi. beberapa teori yang telah dipaparkan dimuka memperlihatkan bahwa lingkungan bukalah sebuah faktor pasif yang dengan mudah dapat memprediksi perubahan-perubahan organisasi. lingkungan organisasi merupakan sebagai salah satu faktor yang berperan aktif dalam penentuan hidup matinya sebuah organisasi dimana lingkungan kerap sekali berubah-ubah secara dinamis.
            Analisis lingkungan merupakan salah satu pekerjaan dari seorang administrator dalam pelaksananan pengelolaan organisasi. pengenalan terhadap perubahan lingkungan membantu administrator dalam penyususunan perencanaan kerja organisasi kedepannya baik melalui perencanaan berjangka pendek, berjangka menengah, dan berjangka panjang. Seorang administrator diharapkan cermat dalam menganalisis atau mengenali perubahan lingkungan yang terjadi karena berdampak terhadap keputusan yang akan diambil pada perencanaan kedepannya. Namun seperti yang digambarkan oleh beberapa teori diatas, teori tersebut sebagai pembantu administrator dalam mengenali lingkungan. Maka tugas administrator harus mampu membaca kekurangan dan kelebihan masing-masing teori karena tidak ada teori yang menayatakan dengan sempurna mengenai lingkungan organisasi.
            Adminsitrator organisasi dimungkinkan mengarah terhadap teori-teori lingkungan yang mempunyai sikap pro-aktif terhadap organisasi. administrator saat melihat pengaruh lingkungan yang begitu kuat, administrator akan menunjukan sikap mengontrol, mempengaruhi dan memberi perubahan terhadap lingkungan organisasi. pada situasi yang demikian seorang administrator organisasi merasa mampu dalam mengendalikan pengaruh lingkungan sehingga lingkungan yang dipengaruhi oleh organisasinya ini. namun juga perlu kita ketahui dan memang tidak dapat dielakkan teori-teori lingkungan beranggapan bersifat pasif. Dalam pandangan teori ini, memandang organisasi lemah dimana cenderung dipengaruhi oleh lingkungan, sehingga perubahan yang terjadi pada organisasi disumsikan sebagai pengaruh dari lingkungan bukan dari perubahan yang memang dibuat oleh organisasi tersebut. Teori Institusional mengarah pada perubahan organisasi sebagai bentuk dari pengaruh lingkungan, organisasi menjadi korban dari perubahan lingkungan. Perlunya peran penting dari administrator dalam mengambil keputusan mengenai perubahan yang terjadi pada organisasinya dengan pertimbangan-pertimbangan faktor lingkungan dan teori yang dikemukakan tadi.
            Jadi  lingkungan mempunyai peranan yang sangat penting bagi organisasi karena lingkungan mempunyai sifat pasif dan aktif dalam mempengarihi lingkungan. Seperi yang telah disampaikan dalam teori konstituensi, teori ketergantungan sumberdaya dan teori instituensional. Ketiga teori tersebut mengatakan betapa besar pengaruh yang diberikan untuk melakukan perubahan terhadap organisasi. Namun perubahan tidak semudah yang dikemukakan ketiga teori tersebut karena adanya peran dari administrator umtuk mengatur, mempengaruhi dan melakukan perubahan yang dianggap perlu dilakukan oleh organisasi.






Daftar Pustaka:
1.      Lembaga Administrasi Negara 1997.  Sistem Administrasi Negara Republik Indonesia. Jakarta: PT. Toko Gunung Agung
2.      Kusdi,2009, teori organisasi dan birokrasi, jakarta:selemba humanika
3.      Subiyanto,Ibnu,2005,Pemerintahan transparan,demokratis dan akuntabel, Yogyakarta: PT LkiS Pelangi Aksara
http://mhs.blog.ui.ac.id/dennie.atika/2011/01/05/asas-asas-manajemen-lingkungan-organisasi|18/03/2013


[1] Kusdi,2009, teori organisasi dan birokrasi, jakarta:selemba humanika| 2009:73
[2] Kusdi,2009, teori organisasi dan birokrasi, jakarta:selemba humanika| 2009:75
[3] Kusdi,2009, teori organisasi dan birokrasi, jakarta:selemba humanika| 2009:78

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar